PUAS BANGEEETTDari semua buku Aan mansyur, mungkin ini salah satu buku yang paling tebal puisinya banyak utuh tanpa sekat, bising dan benar benar berhasil membuat saya jadi memeluk diri sendiri.
setiap halamannya berbeda dan banyak sekali cerita tak terduga suka banget, puas banget rekumen Inilah buku kumpulan puisi dari Aan Mansyur yang saya favoritkan setelah Melihat Api Bekerja omong omong warna sampulnya pun serupa, betul tak Membaca buku ini saya seperti mendengar Aan mendongeng dan ketika membacanya pun saya merasa Aan sedang disamping saya menemani untuk menuntaskan puisi ini Tidak ada bosan saya membaca buku ini meskipun sudah selesai baca, jika saya rindu saya buka kembali dan membacanya Saya seolah olah dipeluk sungguhan dan mulai ketularan dan lebih dan lebih lagi mencintai puisi Jujur, saya suka seluruh puisinya Saya merasa rugi sekali belum punya buku ini dan berharap masih ada yang menjual hehe.
Saya ingin mengutip puisi favorit saya dalam buku ini, Semacam amnesia menyerang tiba tiba setiap kali pintu menyuruh kita lepas payung perihal Kau Memeluk Dirimu Hari Ini Masih Aku Ingat Pertanyaanmu Itudulu Aku Tak Bisa Menjawabnya,tetapi Begitulah Kau, Selalu Begitu,jika Ada Pertanyaan Kau Lontarkansudah Kau Siapkan Juga Jawabanlenganmu Memang Terlalu Pendek Buat Tubuhmu,tetapi Tentu Saja Cukup Panjang Buat Tubuhkulu Kau Merasuk Ke Dalam Pelukankudan Berdiam Di ☆ Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini? Ã Download by ✓ M.
Aan Mansyur Sana Meminjam kata kata sebuah iklan di tivi, secubit rahsia, secukup rasa.
Pada musim hujan, kehangatan dapat kita temukan dari sesap kopi dan pelukan Namun demi alasan kesehatan, saya lebih memilih menemukan kehangatan lewat pelukan Kau tahu, kopi olahan pabrik punya zat aditif Tapi pelukan pasti akan mengkatalis untuk hormon serotonin.
Sayang, memeluk dan dipeluk adalah dua hal berbeda, meski sama sama bicara soal pelukan Saya lebih senang dipeluk, meski beberapa bulan ini lebih banyak memeluk Kapan terakhir kali kau memeluk, saya dipeluk jika menulis puisi adalah memeluk, membaca puisi pastilah membalas pelukan Saya gemar dengan kata puitis Aan, apalagi setelah tahu puisinyi bakal mengisi AADC2 He rocks, totally Tapi, saya tak banyak menemukan di buku ini Saya jenuh, atau barangkali tidak sedang dalam waktu terbaik untuk membalas pelukan.
perkenalan pertama dengan Kak Aan, dan masih nomor 1 semua dimulai dari Miangas õ Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini? Ð menulis puisi, memang kadang terasa seperti memeluk dan membaca puisi seperti membalas pelukan dan pelukan pelukan aan mansyur di buku ini terasa menghangatkan sekaligus mengigilkan, pelukan pelukan erat yang merapatkan kembali ingatan dan kenangan tidak seperti melihat api bekerja yang lebih kontemporer, puisi puisi aan dalam buku ini terasa lebih empuk, meskipun demikian, metafora metafora khas aan mansyur masih bisa kita nikmati saya sangat suka melihat bagaimana aan menyusun bait demi bait puisinya, baik dalam pemilihan kata, diksi, hingga analogi maupun metaforanya yang terasa begitu hidup.
secara keseluruhan puisi2 dalam buku ini berkisah tentang rindu, kesepian, kehilangan, walau ada beberapa puisi yg berisi kritik sosial untuk saya buku ini benar2 worth reading



sudahkah kau memeluk dirimu hari ini merupakan kumpulan puisi yang dituliskan pada rentang tahun 2001 2011 Beberapa di antaranya sangat saya sukai engkau dan sajakku doa api yang membakar hutan denting sendok dan garpu surat cinta yang ganjil resep sederhana mengawetkan cinta kepada cucu seorang yang menolak aku menjadi menantu selama dua jam aku berpikir tentang pikiran kamu aku membayangkan rumah tangga dan sejumlah percakapan di dalamnya.
ini malam alangkah raya segala hal sudah pulastertidur, kecuali namamu dan pikiranku.
namamu kaki kaku hujan pikiranku sungai.
rumah tangga dan percakapan percakapan itumasih akan mengalir dan mengalir andai masjidbelum terbina aku membayangkan rumah tangga dan sejumlah percakapan di dalamnya 147 149 Puisi A an enak di baca, tulus dari jiwa, mengalir dan menyentuh hati penikmat puisi Tanpa sedar kadangkala ada air jernih mengalir di lekuk wajah Sudahkah kau memeluk dirimu hari ini Sudah Maukah kau memeluk diriku hari ini Haruskah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *